Jan 26, 2012 - wawasan    3 Comments

CARA PERSEMAIAN BUDIDAYA PADI

  1.      I.            Tujuan :

Mempelajari cara – cara persemaian pada tanaman padi.

  1.   II.            Dasar teori

Padi merupakan bahan makanan yang menghasilkan beras yang mengandung berbagai zat tanaman yang diperlukan oleh tubuh antara lain : karbohidrat, protein, lemak, serat kasar, abu dan vitamin. Selain itu beras juga mengandung unsure mineral antara lain kalsium, magnesium, sodium, fosfor dan lain sebagainya.

Padi merupakan komoditi strategis yamg tetap mendapat prioritas penanganan dalam pembangunan pertanian. Di Indonesia yang beriklim tropis, padi ditanam diseluruh daerah dataran rendah sampai dataran tinggi. Umumnya padi diusahakan sebagai padi sawah (85 – 95%) sebagian kecil (10 – 15 %) sebagai padi gogo.

Untuk meningkatkan produksi padi nasional, pemerintah melaksanakan berbagai upaya termasuk mendorong penggunaan teknologi baru seperti varietas unggul, pemupukan yang tepat, perbaikan bercocok tanam, pengendalian hama atau penyakit dan lain – lain.

Budidaya secara umum melalui pembibitan, pengolahan tanah, pemindahan bibit, pemupukan, pemeliharaan dan panen. Untuk mendapatkan bibit yang siap di tanam maka bnih padi biasanya disemaikan dahulu dipersemaikan. Adpun factor – factor yang mempengaruhi pertumbuhan bibit antara lain adalah :

  1. Kedalaman dan banyaknya air genangan. Penggenangan yang dalam menyababkan tanaman kurang dapat mengambil unsure hara yang dibutuhkan, menghambat petumbuhan anakan, serta dapat merangsang pertumbuhan memanjang / etiolasi.
  2. Suhu dan intensitas cahaya tanaman. Tanaman tumbuh lebih cepat pada suhu yang hangat (25 – 35 C0). Pada cahaya yang kurang, bibit menjadi lemah karena tanaman tidak dapat berproduksi cukup makanan, dan pelepah memanjang dari tanaman menjadi lebih tinggi.
  3. Persediaan Unsur Hara

Sedangkan bibit yang baik dan sehat mempunyai sifat – sifat sebagai berikut :

  1. Pertumbuhan dan tinggi tanaman seragam.
  2. Pelepah daun pendek, pelepah yang panjang menunjukkan pemanjangan awal yang cepat sehingga bibit menjadi lemah. Bibit yang daunnya panjang dan menrunduk cenderung melekat di lumpur pada waktu ditanam.
  3. Bebas dari hama dan pengaruh.
  4. Bibit mempunyai banyak akar

Sebelum bibit padi ditanam disawah, biasanya bibit disemaikan dahulu dipersemaian. Ada beberapa macam persemaian  padi yaitu cara persemaian basah (wet bwd), persemaian kering (dry bed ) dan persemaian dapog. Umur bibit siap dipindahkan tergantung dari cara persemaian. Bibit dari persemaian basah dapat dipindahkan pada umur 20 – 30 hari, persemaian kering umur 20 – 30 hari setelah tabur, dan cara dapog bibit siap dipindah pada umur 9 – 14 hari. Tinggi genangan air dipesemaian biasanya antara 2 – 5 cm.

  1. III.            Bahan dan Alat

Bahan   : Benih padi, Pupuk nitrogen, pupuk SP 36, tanah

Alat      : Bak plastic, Timbangan analitika dan penggaris.

  1. IV.            Cara kerja
    1. Persemaian basah

-          Olah tanah sampai tanah menjadi lumpur yang tergenang, kemudian ratakan.

-          Sebelum benih disebar, terlebih dahulu benih padi yang sudah dipilih direndam air selama 24 jam, lalu benih direndam dalam lembaran karung goni basah selama 48 jam.

-          Kurangi air pada petak pesemaian sehingga permukaan tanah pesemaian bebas air, kemudian diberi pupuk Nitrogen 100 g/m2, TSP 10 g/m2.

-          Taburkan benih pada petak persemaian yang sudah siap.

-          Lakukan pemeliharaan yaitu pada lima hari setelah tabur, pesemaian diamati setinggi 1 cm selama dua hari setelah it uterus meneruss setinggi 5 cm.

-          Pada umur 25 hari pindahkan / cabut bibit dengan cara digenangi dahulu selama 1 hari.

  1. Persemaian kering

-          Lakukan pengolahan tanah, seperti padapersemaian basah, bedanya disini tidak diberikan air sampai tergenang dan tanah tidak dibuat melimpuur cukup tanahnya menjadi basah.

-          Lakukan pemupukan seperti pada pesemaian basah.

-          Taburkan benih yang sudah diperan dan basahi kemudian ditutup tanah yang halus.

-          Lakukan pemeliharaan agar bibit tak kekurangan air persemaian diperciki air pagi dan sore, cabut bibit pada umur 25 hari.

  1. Persemaian dapog

-          Lakukan pengolahan tanah pada persemaian diatas

-          Taburkan benih pada petak pesemaian yang sebelumnya benih diinkubasikan seperti persemaian basah 4 kg benih benih/m2 beengan.

-          Permukaan tanah ditutup dengan daun pisang atau kantong semen atau plastic.

-          Bibit siap dipindahkan pada umur 9 – 14 hari setelah tabur.

  1.   V.            Pengamatan

Pesemaian

Tinggi tanaman

Jumlah Daun

Jumlah Anakan

Berat Basah

Berat Kering

Jumlah

Rata – Rata

Ul 1

Ul 2

Ul 1

Ul 2

Ul 1

Ul 2

Ul 1

Ul 2

Ul 1

Ul 2

Basah

138.8

134.7

26

27

16

14

2.36

2.44

0.42

0.46

362.18

36.218

Kering

107.5

95.3

26

27

2.11

1.2

0.47

1.06

260.64

32.58

Dapok

102.3

112.6

20

18

1

1.59

1.71

0.49

0.4

258.09

28.67667

  1. VI.            Pembahasan

Pada praktikum diatas diperoleh hasil persemain basah yang unggul, kemudian dilanjutkan persemaian kering dan dapog. Selisih antar persemaian tidak terlalu jauh, adapun factor yang mempengaruhi adalah kedalaman dan banyaknya air genangan, suhu dan intensitas cahaya selain itu perlakuan dan perawatan sangat berpengaruh. Itulah yang membedakan antar jenis persemaian

  1. VII.            Kesimpulan

 

Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa pesemaian basah, dapok, kering merupakan cara pesemaian padi yang baik karena tidak ada beda nyata antara ketiga cara pesemaian tersebut. Tidak ada pengaruh berbeda yang sangat nyata dari ketiga cara pesemaian sehingga ketiga cara pesemaian diatas dapat digunakan untuk pesemaian padi.

3 Responses

  • qbZyLs inlsksmijgcm, [url=http://xkimabsrhvqi.com/]xkimabsrhvqi[/url], [link=http://zqckecdylmmu.com/]zqckecdylmmu[/link], http://tczommeikmom.com/

  • MVMDoH qgcjgivndflf, [url=http://xbfbzrsqcgyd.com/]xbfbzrsqcgyd[/url], [link=http://zhtphvxunkoy.com/]zhtphvxunkoy[/link], http://ryhmqwlvgcsn.com/

  • terima kasih atas panduan yang diberikan, sangat bermanfaat bagi kami..yang ingin saya tanyakan apa benar pada persemaian kering dibutuhkan lebih banyak benih daripada persemaian basah?jika benar, apa alasannya?
    terima kasih banyak

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.