Jan 15, 2012 - Uncategorized    No Comments

ACARA I HUBUNGAN ANTARA LUAS DAUN DENGAN LAJU FOTOSINTESIS

I.      Tujuan :

a.       Mengetahui pengaruh fisiologik jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman.

b.      Mengetahui jarak tanam yang optimal.

II.      Teori

Produksi bahan kering tanaman merupakan resultante dari tiga proses yaitu penumpukan asimilat melalui fotosintesis, penurunan asimilat akibat respirasi dan akumulasi kebagian sink. Pada prinsipnya apabila laju fotosintesis besar, kegiatan respirasi kecil dan translokasi asimilasi lancar ke bagian generatif, maka produksi naik. Laju fotosintesis maksimum tercapai pada saat LAI. Ada dua hal yang dapat meningkatkan berat kering tanaman yaitu memperbesar LAI sampai optimum dan meningkatkan laju fotosintesis setiap satuan luas daun. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sumbangan luas daun terdapat total produksi bahan kering dapat mencapai 70%. Sedangkan peningkatan laju fotosintesis menyumbangkan total produksi bahan kering sekitar 30%. Ini berarti peningkatan indek luas daun (LAI) jauh lebih berarti daripada peningkatan laju fotosintesis. Namun kedua faktor tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.

Hubungan antara luas daun dengan aju fotosintesis digambarkan oleh Ohno (1976) dalam bentuk persamaan regresi sbb :

Y = -302 + 4,36 X1+ 3,58 X2

Dimana Y = total produksi bahan kering (mg/tanaman)

      X1 = luas daun (cm2/ tanaman)

      X2 = NAR (net assimilation rate) atau asimilasi netto (mg/dm2/hari)

Persamaan diatas hanya memperhitungkan produksi bahan kering tanaman setiap individu dan tidak dapat atau kurang akurat untuk menghitung produksi bahan kering tanaman di lapangan (populasi).

Kelemahannya tidak memperhitungkan faktor saling menaungi (mutual shading) antara daun satu tanaman maupun antar tanaman.

            Intersepsi (penangkapan) radiasi matahari dapat dimanipulasi dengan :

a.       Varietas, morfologi dan arsitektur tanaman (tajuk/canopy).

b.      Kerapatan (jumlah populasi tanaman setiap satuan luas lahan dengan pengaturan jarak tanam dan pola tanam).

Kedua metode diatas pada prinsipnya adalah untuk memperoleh LAI optimal. LAI optimum dapat dicapai dengan kombinasi pengaturan jarak tanam dan varietas yanng berdaun tegak. Apabila LAI optimum dicapai helaian daun yang terbawah biasanya dalam keadaan sedikit diatas titik kompensasinya cahaya. Tetapi jika LAI dibawah optimum sebagian radiasi matahari terbuang percuma, laju fotosintes netto berkurang akibatnya hasil menurun.

            Laju fotosintesis berbanding lurus dengan intensitas radiasi matahari (cahaya) sampai kira-kira 1.200 foot candle. Diatas 1.200 fc tanaman sudah jenuh cahaya sehingga tercapai titik kompensasi cahaya. Titik kompensasi cahaya diartikan sebagai titik dimana mulai intensitas cahaya tidak lagi dapat meningkatkan laju fotosintesis karena tanaman telah jenuh cahaya. Apabila titik kompensasi cahaya dicapai menyebabkan karbondioksida yang diikat dalam fotosintesis sama berdasar dengan jumlah karbondioksida yang dilepas dalam proses respirasi. Tetapi pada LAI tinggi kejenuhan cahaya tidak akan tercapai walaupun intensitas cahaya melampaui 1.400 fc.

III.      Alat dan Bahan

Bahan : benih kacang tanah  dan pupuk NPK

Alat : cetok, cangkul, timbangan, kertas, pensil, gunting, dan oven.

IV.      Cara Kerja

1)      Membuat bedengan dengan ukuran 2×3 m, taburkan pupuk NPK sesuai dosis rekomendasi dan ratakan dengan tanah.

2)      Menanam benih tiap lubang 2 biji dengan jarak tanam sesuai dengan perlakuan dan setelah 1 minggu pelihara satu bibit yang dianggap baik dan sehat, apabila ada bibit yang tidak tumbuh dilakukan penyulaman.

3)      Pemeliharaan meliputi pengairan yang dilakukan menurut kebutuhan tanaman dan mencabut gulma jika ada.

4)      Pengamatan dilakukan pada saat tanaman mulai berbunga, hingga panen dengan interval waktu 1 minggu sekali dengan mencabut tanaman pewakil.

5)      Parameter yang diamati meliputi : mengukur luas daun, menimbang berat segar maupun beratkering dari daun, akar, batang, bunga dan seluruh tanaman.

6)      Hitunglah NAR, CGR dan LAI

7)      Saudara bahas hubungan antara luas daun dengan laju fotosintesis pada perlakuan pada hasil perhitungan tersebut dan buat grafik dari masing – masing parameter.

V.      Pengamatan

Pengambilan contoh tanaman minggu pertama

Berat tanaman

Jarak tanam

Berat basah (gr)

Berat Kering (gr)

50 x 20

30

3.53

70 x 20

120

17.77

 

Berat daun

Jarak tanam

Berat basah (gr)

Berat Kering (gr)

50 x 20

4.09

70 x 20

12.26

 

Luas daun

Jarak tanam

Berat basah

50 x 20

852.08

70 x 20

1872.91

 

Pengambilan contoh tanaman minggu kedua

Berat tanaman

Jarak tanam

Berat basah (gr)

Berat Kering (gr)

50 x 20

260

33.26

70 x 20

200

34.88

 

Berat daun

Jarak tanam

Berat basah (gr)

Berat Kering (gr)

50 x 20

10.43

70 x 20

8.95

 

Luas daun

Jarak tanam

Berat basah

50 x 20

2170.81

70 x 20

1567.96

 

VI.      Perhitungan

NAR=  x   (g/cm2/minggu)

Jarak tanam

(g/cm2/minggu)

50 x 20

0.20811

70 x 20

0.00095

NAR dari percobaan diatas mendapatkan hasil jarak 50 x 20 lebih tinggi dibanding dengan jarak 70 x 20.

CGR=  (g/cm2/minggu)

Jarak tanam

(g/cm2/minggu)

50 x 20

29.73

70 x 20

17.11

CGR pada percobaan ini diperoleh hasil jarak tanam 50 x 20 lebih tinggi dari jarak tanam 70 x 20

LAI=

Jarak tanam

Minggu pertama

Minggu kedua

50 x 20

0.85208

2.17081

70 x 20

1.33779

1.11997

 

LAI dari praktikum diatas mendapatkan hasil jarrak tanam 70 x 20 minggu pertama lebih tinggi dibanding minggu  kedua.

VII.      Pembahasan

1.      NAR dari percobaan diatas mendapatkan hasil jarak 50 x 20 lebih tinggi dibanding dengan jarak 70 x 20.

2.      CGR pada percobaan ini diperoleh hasil jarak tanam 50 x 20 lebih tinggi dari jarak tanam 70 x 20.

3.      LAI dari praktikum diatas mendapatkan hasil jarrak tanam 70 x 20 minggu pertama lebih tinggi dibanding minggu  kedua dan  hasil yang tinggi pada minggu kedua adalah jarak tanam 50 x 20.

VIII.      Kesimpulan

Dari hasil percobaan diatas dapat dismpulkan bahwa NAR dan CGR 50 x 20 lebih tinggi, untuk LAI pada minggu pertama jarak 70 x 20 namun pada minggu kedua jarak 50 x 20. Untuk mengetahui energy matahari yang efisien oleh permukaan tanaman budidaya membutuhkan luas daun yang cukup dan terdistribusi merata agar dapat lengkap menutup tanah hal ini dapat dicapai dengan mengatur kerapatan tanam distribusinya.

Setelah mengetahui hasil percobaan diatas bahwa jarak tanam 50 x 20 lah yang lebih optimal.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Stop censorship