Jul 21, 2011 - Uncategorized    2 Comments

PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP LAJU FOTOSINTESIS

  1. A.    DASAR TEORI

Pada tumbuhan tingkat tinggi (berklorofil), energi matahari diubah menjadi biomas melalui proses fotosintesis, berdasarkan reaksi sederhana sebagai berikut:

                       Cahaya

H2O + CO2  ————►   CH2O + O2

  1. B.     TUJUAN : Mengetahui pengaruh faktor lingkungan antara lain, intensitas cahaya, warna cahaya, dan suhu terhadap laju fotosintesis.
  2. C.    BAHAN : Ganggang Hydrila
  3. D.    ALAT     : Timbangan 100 gram, pengukur waktu, erlenmeyer,  statip,  pipet volume 5 ml.

  1. E.     CARA KERJA :

Isi pipet dengan air sampai agak penuh, tutup bagian pangkalnya dengan tangan, tutup bagian ujungnya dengan selang plastic yang sudah dibakar, lepaskan bagian pangkal, air harus tidak dapat keluar lagi. Ambil dua potong ganggang hydrila dengan berat tertentu yang sama untuk semua perlakuan. Masukkan bagian pangkalnya ke dalam pangkal pipet. Setiap sesuai dengan acara dan sub perlakuan.

Sub acara a : Pengaruh Intensitas cahaya

Alat : Plastik naungan dengan penerusan cahaya berbeda.

Siapkan Erlenmeyer, beri tutup plastic sesuai dengan perlakuan. Perlakuan : Intensitas cahaya kurang lebih 100%, 75%, 50%, 25%, 0%, sesuai dengan angka yang tertulis pada alat. Masukkan ganggang hydrila pada pipet ke dalam Erlenmeyer. Isi dengn air sampai batas leher. Lanjutkan kerja sesuai dengan petunjuk umum acara fotosintesis (dibagian belakang).

Sub acara b : pengaruh warna cahaya

Alat tambahan dengan plastic (kertas minyak tembus cahaya) satu warna untuk tiap Erlenmeyer.

Perlakuan :

A. warna bening, B. warna merah, C. warna Kuning, D. Warna hijau,  Masukkan ganggang hydrila pada pipet ke dalam Erlenmeyer. Isi dengan air sampai batas leher. Lanjutkan kerja seperti petunjuk umum secara fotosintesis (Bagian belakang).

Sub acara C : Pengaruh suhu

 Masukkan ganggang ke dalam Erlenmeyer, isi Erlenmeyer sampai batas leher, Erlenmeyer tersebut masukkan kedalam gelas piala.

Perlakuan suhu lebih kurang :

A.50C; B. 150C; C. 250C ; D. 350C ; E. 450C

Untuk perlakuan A dan B, isi gelas piala dengan es, untuk D dan E isi gelas piala dengan air, letakkan diatas tripot dan platasbes, kemudian panaskan dengan lampu spiritus. Sedangkan untuk perlakuan C tergantung dari suhu air. Pengukuran suhu dilakukan pada air di Erlenmeyer, dengan selalu mengaduk-ngaduk air. Lanjutkan kerja sesuai dengan petunjuk umum acara fotosintesis.

Setelah ganggang dimasukan ke dalam Erlenmeyer, tegakkan pipet dengan menggunakan statif atau alat lain. Percobaan ini dilakukan dibawah sinar matahari langsung, atau dibawah lampu dengan intensitas sinar yang cukup.

Lakukan pengamatan.

  • Catat permukaan air didalam pipet pada awal dan akhir pengamatan selama 30 menit.
  • Volume oksigen yang dibebaskan atau volume hasil fotosintesis  bersih

  1. F.     PENGAMATAN

Tabel volume oksigen (ml/30 menit)

Perlakuan

Ulangan

Rata – rata

1

2

Merah

0.2 ml

0.50 ml

0.45

Kuning

0.1 ml

0.15 ml

0.13

Hijau

-

-

-

Tanpa warna

0.5 ml

0.75 ml

1.25

  1. G.    PERHITUNGAN PEMBAHASAN

Laju fotosintesis     =         jumlah air ml/ berat percobaan gr/ 30I

Merah                    =         0.45 ml / 5.5 gr / 30I

                                         =         0.45 ml x 2 / 5.5 gr / 60I

                               =         0.9 ml 10/5.5 / 60I

                               =         0.9 ml x 1.8 ml / 10 gr / 60I

                               =         1.62 ml / 10 gr / 60I

Kuning                   =         0.13 ml / 5.5 gr / 30I

                               =         0.13 gr x 2 / 5.5 gr / 60I

                               =         0.26 ml 10/5.5 / 60I

                               =         0.26 ml x 1.8 ml / 10 gr / 60I

                               =         0.47  ml / 10 gr / 60I

Biasa                      =         1.25 ml / 5.5 gr / 30I

                                         =         1.25 ml x 2 / 5.5 gr / 60I

                               =         2.5 ml 10/5.5 / 60I

                               =         2.5 ml x 1.8 ml / 10 gr / 60I

                               =         4.5 ml / 10 gr / 60I

 

 

 

Grafik hubungan antara lama penyinaran dan warna cahaya

 

 

 

 

 

  1. H.    PEMBAHASAN

Pada  percobaan ini hal yang paling utama dilakukan adalah menimbang ganggang hidrila seberat ± 5 gr, kemudian mengisi pipet dengan air yang sudahdi tutup dengan lilin pada ujungnya. Lepaskan pada pangkal jika air tidakmenetes ujung pipet sudah tertutup dengan lapisan lilin, kemudian pipet disambung dengan selang bening untuk memasukkan pangkal ganngang , kemudian ganngang dimasukkan kedalam erlemenyer yang ditutup dengan pipet beserta penutup karetnya bertujuan agar oksigen yang didalam menguapkedalam pipet. Setelah itu elmenyer di tutup dengan kertas yang berwarna merah, kuning, hijau dan yang satu tidak diberi warna ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan laju fotosintesis.

Pada percobaan setelah selang 30 menit ini menunjukkan bahwa erlemenyer yang tidak diberi pembungkuslah yang paling cepat dari padayang lain, yang kedua dilanjutkan dengan warna merah, dan kuning, sedangkan pada warna hijau tidak ada proses yang terjadi.atau tidakkelihatan

  1. I.       KESIMPULAN

Jadi pada percobaan ini menunjukkan bahwa yang paling cepat dalam laju fotosintesis namun adalah yang tidak ada warna taua biasa, kemudian laju yang kedua adalah cahaya berwarna merah dilanjutkan pada warna kuning namun pada warna hijau sangat lamban sehingga tidak dapat diketahui secara pasti laju  fotosintesisnaya.

2 Responses

  • yang pengaruh suhu???

  • It is just a definitely wonderful day because I go through your report. I’m so glad you offered terrific concept to us. Thanks very considerably to share concept with us.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Stop censorship